Life of TAHAP

Laman rasmi Pimpinan SMKA Tengku Ampuan Hajjah Afzan Pahang, Jerantut.
 
HomePortalCalendarFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
AHLAN WASAHLAN WAMARHABAN BIKUM DIUCAPKAN UNTUK SEMUA PELAJAR SMKA TAHAP KHUSUSNYA KEPADA PELAYAR LAMAN LIFE OF TAHAP...BERSAMALAH KITA MENYEMARAKKAN BIAH SOLEHAH INSYAALLAH..
KEPADA SELURUH PELAYAR LAMAN LIFE OF TAHP YANG SUDAH MENCAPAI STATUS PELAJAR TINGKATAN 5 ANDA DIMINTA UNTUK MENDAFTAR TERUS KEPADA LAMAN RASMI BATCH IAITU DI http://batchtahap27.ning.com/
http://lifeinislam.sosblog.com
Log in
Username:
Password:
Log in automatically: 
:: I forgot my password
iluvislam
iluvislam
Kalender
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
CalendarCalendar
Search
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Who is online?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest

None

Most users ever online was 22 on Tue Jun 08, 2010 4:28 pm
Latest topics
» Maka AKUlah AKU..dan kamu?
Wed Jan 11, 2012 7:12 pm by MOTIVATOR

» KOREAAAA!!!!
Fri Sep 30, 2011 11:39 pm by nur

» Reminiscence
Tue Aug 09, 2011 5:30 pm by nur

» X-TAHAP 2011...
Tue May 03, 2011 8:01 pm by Zainul Muhammad

» AlFatihah - AlBaqoroh, ayat 24 (Saad Al-Ghamdi)...
Wed Dec 29, 2010 9:28 am by Zainul Muhammad

» Life Of Tahap da tak meriah cam dulu...
Mon Dec 20, 2010 5:47 pm by HambaAllahYangHinaLagiKej

» KENAPA TAHAP TAK seMERIAH dulu?????????
Mon Dec 13, 2010 4:05 pm by Guest

» AHLI JAWATANKUASA TERTINGGI PAI 2010
Sat Oct 30, 2010 12:01 am by fiza

» CINTA MERUBAH SEGALANYA
Fri Oct 15, 2010 8:49 am by allisa dania

chat

Share | 
 

 izinkan aku cuti dari kerja dakwah..

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
hasan fikri
Admin


Male Posts : 121
Age : 23
Birthday : 12/03/1993
Reputation : 0
Join date : 18/11/2009
Location : BuRnToWn

PostSubject: izinkan aku cuti dari kerja dakwah..   Sun Nov 22, 2009 5:50 pm

Izinkan Aku Cuti Dari Dakwah Ini
www.iluvislam.com
Dihantar Oleh : febrianty
Editor : naadherah


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini

Jalanan ibukota masih saja ramai hingga larut malam ini, dengan kendaraan yang terus berlalu lalang, juga dengan kehidupan manusia-manusia malam yang seakan tidak akan pernah mati.

Namun kini hatiku tak seramai jalanan di kota ini. Sunyi. Itulah yang sedang kurasakan. Bergelut dengan aktifitas dakwah yang menyita banyak perhatian, baik tenaga, harta, waktu dan sebagainya, seakan menempa diriku untuk terus belajar menjadi mujahid tangguh.

Tapi kini, hatiku sedang dirundung kegalauan. Galau akan saudara-saudaraku dalam barisan dakwah yang katanya amanah, komitmen, bersungguh-sungguh namun seakan semua itu hanyalah teori-teori dalam pertemuan mingguan.

Hanya dibahas, ditanya jawabkan untuk kemudian disimpan dalam catatan kecil atau buku agenda yang sudah lusuh hingga pekan depan mempertemukan mereka lagi, tanpa ada amal perbaikan yang lebih baik. Ya… Mungkin itu yang ada dibenakku saat ini tentang su’udzhan-ku terhadap mereka, setelah seribu satu alasan untuk ber-husnudzhan.


Kini kutermenung kembali akan hakikat dakwah ini. Sebenarnya apa yang kita cari dari dakwah? Dimanakah yang dinamakan konsep amal jama'i yang sering diceritakan indah? Apakah itu hanya pemanis cerita tentang dakwah belaka? Apakah ini yang disebut ukhuwah?

Sering terlontarkannya kata-kata "Afwan akh, ana gak bisa bantu banyak…" atau sms yang berbunyi "Afwan akh, ana gak bisa datang untuk syuro malam ini…" atau kata-kata berawalan "Afwan akh…" lainnya dengan seribu satu alasan yang membuat seorang akh tidak bisa hadir untuk sekedar merencanakan strategi-strategi dakwah kedepannya.

Kalau memang seperti itu hakikat dakwah maka cukup sudah, "Izinkan aku untuk cuti dari dakwah ini, mungkin untuk seminggu, sebulan, setahun atau bahkan selamanya. Lebih baik aku konsenstrasi dengan studiku yang kini sedang berantakan, atau dengan impian-impianku yang belum terpenuhi, atau dengan lebih memperhatikan ayah dan ibuku yang sudah semakin tua, toh tanpa aku pun dakwah tetap berjalan, bukan???"



Sahabat-sahabatku…

Memang dalam dunia dakwah yang sedang kita geluti seperti sekarang ini, tidak jarang kita mengalami konflik atau permasalahan-permasalahan. Dari sekian permasalahan tersebut terkadang ada konflik-konflik yang timbul di kalangan internal aktivis dakwah sendiri.

Pernah suatu ketika dalam aktivitas sebuah barisan dakwah, ada seorang ikhwan yang mengutarakan sakit hatinya terhadap saudaranya yang tidak amanah dengan tugas dan tanggungjawab dakwahnya. Di lain waktu di sebuah lembaga dakwah kampus, seorang akhwat "minta cuti" lantaran sakit hatinya terhadap akhwat lain yang sering kali dengan seenaknya berlagak layaknya seorang bos dalam berdakwah.



Dapatkan Mesej Bergambar di Sini

Pernah pula suatu waktu seorang kawan bercerita tentang seorang ikhwan yang terdzalimi oleh saudara-saudaranya sesama aktifis dakwah. Sebuah kisah nyata yang tak pantas untuk terulang namun penuh hikmah untuk diceritakan agar menjadi pelajaran bagi kita.

Ceritanya, di akhir masa kuliahnya sebut saja si X (ikhwan yang terdzalimi) hanya mampu menyelesaikan studinya dalam waktu yang terlalu lama, enam tahun. Sedangkan di lain sisi, teman-temannya sesama (yang katanya) aktifis dakwah lulus dalam waktu empat tahun.

Singkat cerita, ketika si X ditanya mengapa ia hanya mampu lulus dalam waktu enam tahun sedangkan teman-temannya lulus dalam waktu empat tahun? Apa yang ia jawab? Ia menjawab "Aku lulus dalam waktu enam tahun karena aku harus bolos kuliah untuk mengerjakan tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan oleh saudara-saudaraku yang lulus dalam waktu empat tahun."

Subhanallah… di satu sisi kita merasa bangga dengan si X, dengan militansinya yang tinggi beliau rela untuk bolos dan mengulang mata kuliah demi terlaksananya roda dakwah agar terus berputar dengan mengakumulasikan tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan teman-temannya. Namun di sisi lain kita pun merasa sedih, sedih dengan kader-kader dakwah (saudara-saudaranya si X) yang dengan berbagai macam alasan duniawi rela meninggalkan tugas-tugas dakwah yang seharusnya mereka kerjakan.

Sahabat….

Semoga kisah tersebut tidak terulang kembali di masa kita dan masa setelah kita, cukuplah menjadi sebuah pelajaran berharga….

Semoga kisah tersebut membuat kita sadar, bahwa setiap aktifitas yang di dalamnya terdapat interaksi antar manusia, termasuk dakwah, kita tiada akan bisa mengelakkan diri dari komunikasi hati...

Ya, setiap aktifis dakwah adalah manusia-manusia yang memiliki hati yang tentu saja berbeda-beda. Ada aktifis yang hatinya kuat dengan berbagai macam tingkah laku aktifis lain yang dihadapkan kepadanya. Tapi jangan pula kita lupa bahwa tidak sedikit aktifis-aktifis yang tiada memiliki ketahanan tinggi dalam menghadapi tingkah pola aktifis dakwah lain yang kadang memang sarat dengan kekecewaan-kekecewaan yang sering kali berbuah pada timbulnya sakit hati. Dan kesemuanya itu adalah sebuah kewajaran sekaligus realita yang harus kita pahami dan kita terima.


Namun apakah engkau tahu wahai sahabat-sahabatku?

Tahukah engkau bahwa seringkali kita melupakan hal itu? Seringkali kita memukul rata perlakuan kita kepada sahabat-sahabat kita sesama aktifis dakwah, dengan diri kita sebagai parameternya. Begitu mudahnya kita melontarkan kata-kata "afwan", "maaf" atau kata-kata manis lainnya atas kelalaian-kelalaian yang kita lakukan, tanpa dibarengi dengan kesadaran bahwa sangat mungkin kelalaian yang kita lakukan itu ternyata menyakiti hati saudara kita.

Dan bahkan sebagai pembenaran kita tambahkan alasan bahwa kita hanyalah manusia biasa yang juga dapat melakukan kekeliruan. Banyak orang bilang bahwa kata-kata "afwan", "maaf" dan sebagainya akan sangat tak ada artinya dan akan sia-sia jika kita terus-menerus mengulangi kesalahan yang sama.


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini

Wahai sahabat-sahabatku…

Memang benar bahwasanya aktifis dakwah hanyalah manusia biasa, bukan malaikat, sehingga tidak luput dari kelalaian, kesalahan dan lupa. Tapi di saat yang sama sadarkah kita bahwa kita sedang menghadapi sosok yang juga manusia biasa? bukan superman, bukan pula malaikat yang bisa menerima perlakuan seenaknya. Sepertinya adalah sikap yang naif ketika kesadaran bahwa aktifis dakwah hanyalah manusia biasa, hanya ditempelkan pada diri kita sendiri.

Seharusnya kesadaran bahwa aktifis dakwah adalah manusia biasa itu kita tujukan juga pada saudara kita sesama aktivis dakwah, bukan cuma kepada kita sendiri. Dengan begitu kita tidak bisa dengan seenaknya berbuat sesuatu yang dapat mengecewakan, membuat sakit hati, yang bisa jadi merupakan sebuah kezhaliman kepada saudara-saudara kita.

Sahabat…

Adalah bijaksana bila kita selalu menempatkan diri kita pada diri orang lain dalam melakukan sesuatu, bukan sebaliknya. Sehingga semisal kita terlambat atau tidak bisa datang dalam sebuah aktivitas dakwah atau melakukan kelalaian yang lain, bukan hanya kata "afwan" yang terlontar dan pembenaran bahwa kita manusia biasa yang bisa terlambat atau lalai yang kita tujukan untuk saudara kita.

Tapi sebaliknya kita harus dapat merasakan bagaimana seandainya kita yang menunggu keterlambatan itu? Atau bagaimana rasanya berjuang sendirian tanpa ada bantuan dari saudara-saudara kita? Sehingga dikemudian hari kita tidak lagi menyakiti hati bahkan menzhalimi saudara-saudara kita.

Sehingga kata-kata “Akhi… Ukhti… Izinkan aku cuti dari dakwah ini” tidak terlontar dari mulut saudara-saudara kita sesama aktifis dakwah.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: izinkan aku cuti dari kerja dakwah..   Sun Nov 22, 2009 6:04 pm

Lihatlah di sekeliling kamu dan teguhkan pendirianmu; sepanjang hidup dan usiamu jangan mudah berputus harapan, senyum yang kau berikan dan air mata yang kau titiskan, simpan…jadikan tauladan; segala yang kau pandang dan dengar, simpan…buat pedoman


Di sebalik nikmat ada bala di sebalik bala ada nikmat. Oleh itu bila ditimpa bala usaha resah kerana sebaliknya mengandungi suatu nikmat dan jika dilanda nikmat usaha lupa dan leka kerana dari sinilah berpunca bala.



Kewajipan merupakan satu kuasa yang bangun bersama kita disebelah pagi dan berehat bersama sama kita di sebelah malam. Ia ibarat bayang bayang yang mengikut ke mana sahaja kita pergi
Back to top Go down
hasan fikri
Admin


Male Posts : 121
Age : 23
Birthday : 12/03/1993
Reputation : 0
Join date : 18/11/2009
Location : BuRnToWn

PostSubject: ceh..   Sun Nov 22, 2009 7:48 pm

perghh..
ayat bkn men..
tp nk try malukan aku gak!!
huh!!
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: izinkan aku cuti dari kerja dakwah..   Sun Nov 22, 2009 8:19 pm

eh....de kew ak nk malukan ko....
hahahahaha..... elephant
Back to top Go down
Sponsored content




PostSubject: Re: izinkan aku cuti dari kerja dakwah..   Today at 3:41 am

Back to top Go down
 
izinkan aku cuti dari kerja dakwah..
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Life of TAHAP :: Berita Pimpinan :: Tazkirah-
Jump to: